Skip to main content

Posts

Mengapa Komuni adalah Tubuh dan Darah Kristus

Karena pandemi Corona, banyak keuskupan membuat kebijakan untuk menutup gereja-gereja dan meniadakan Ekaristi maupun Ibadat Sabda. Semua gereja ditutup untuk umum selama berbulan-bulan. Umat tidak bisa berkumpul untuk ibadah bersama. Para pastor dan frater pun menganggur (pada hari Minggu), karena dilarang untuk kerasulan dan mengunjungi umat di stasi-stasi. Saya sendiri seharusnya setiap hari Minggu kedua dan ketiga setiap bulan pergi kerasulan ke stasi. Ini suatu program dari kampus yang dijalani selama setahun, dan seharusnya berakhir pada bulan Juli nanti. Semua berubah sejak pandemi Corona menyerang. Tapi, sepertinya beberapa orang mulai suka rutinitas baru mereka di hari Minggu. Umat Katolik terpaksa ikut Misa lewat streaming di YouTube atau siaran televisi. Lucunya, ada beberapa orang yang menonton misa (lewat televisi) di depan teras, sambil duduk dan minum kopi. Ada juga yang lebih memilih untuk bertahan menikmati kenyamanan dengan bersantai dan tidur. Saya mengenal beberapa o...

Doa Bapa Kami dalam Bahasa Dayak

Memang belum ada Tata Perayaan Ekaristi resmi dalam Bahasa Dayak. Namun, dalam beberapa kesempatan, misalnya Gawai/Naik Dango, diadakan Perayaan Ekaristi/Misa dalam Bahasa Dayak. Berikut ini adalah terjemahan doa Bapa Kami (Pater Noster) dalam bahasa Ahe, yaitu bahasa yang dipakai oleh sub-suku Dayak Kanayatn. Bamang Apa' Diri' Apa' kami nang ada ka' subayatn, dipatampa'atn dama Kita'; atakng kiranya karaja'atn Kita', jadi kamao'an Kita' ka' atas dunia saparati ka' dalapm subayatn. Bare' kami rajaki ari nian, man amponilah kasalahatn kami, saparati kami uga' ngamponi urakng nang basalah ka' kami; ame masokatn kami ka' dalapm pancobaan, tapi jauhatn kami dari sigana kajahatatn. Amen.

Belajar dari Kegagalan Petrus dan Para Murid

Di tepi Danau Galilea, Yesus memanggil Simon untuk mengikuti-Nya. Ia akan dijadikan penjala manusia (Mrk. 1:16-20). Simon kemudian diberi nama Kefas atau Petrus yang berarti batu wadas atau batu karang (Mrk. 3:16). Nama tersebut sebagai tanda bahwa dialah ketua para rasul dan landasan Gereja yang akan didirikan oleh Kristus (Mrk. 8:29). Petrus adalah ketua sekaligus juru bicara para murid dalam peristiwa-peristiwa penting. Dia juga orang yang pertama kali menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias, yakni Kristus (Mrk. 8:29). Petrus ikut menyaksikan peristiwa transfigurasi atau pemuliaan Yesus (Mrk. 9:2-3). Namun, peristiwa penyangkalan terhadap Yesus sampai tiga kali ketika Yesus diadili merupakan pengalaman yang sangat memalukan. Pengalaman ini menumbuhkan penyesalan yang amat pahit baginya (Mrk. 14:72). Pengalaman memalukan itu diceritakan oleh Petrus kepada Markus (penginjil) bukan tanpa tujuan. Di balik penyangkalan tersebut, ada sesuatu yang ingin disampaikan Petrus kepada kita. Tidak...

Pengalamanku Tinggal di SLB-C

Untuk mengisi liburan kuliah menuju semester 5 kami para frater diutus ke berbagai tempat untuk tinggal dan mengalami secara langsung hidup bersama umat. Kegiatan ini berlangsung hampir dua pekan (tepatnya 12 hari). Sebagian besar frater ditempatkan untuk tinggal di stasi-stasi di beberapa paroki. Sesuatu yang berbeda, pada tahun ini beberapa frater yang diberikan kesempatan untuk mengalami hidup di tempat lain yaitu dalam rumah karya kategorial. Saya bersama tiga saudara yang lain kebetulan diberikan tugas untuk tinggal di sebuah SLB di dekat kota Medan. Walaupun kerap disebut di Medan, namun sebetulnya tempat ini sudah termasuk wilayah Kabupaten Deli Serdang. Tempat ini lebih sering disebut SLB-C Santa Lusia, Laut Dendang. SLB ini dikelola oleh para suster dari konggregasi KSFL. Saya pada awalnya bertanya-tanya apakah kira-kira maksud dari huruf C ini. Ternyata huruf ini menandakan jenis dari sekolah luar biasa ini. Dari informasi yang saya dapatkan, ternyata ada enam jenis sekola...

Portofolio Baliho

Saya menyukai desain grafis. Sejak SMA saya sering diminta untuk mengerjakan desain grafis untuk macam-macam hal. Kebanyakan adalah meng-edit foto pribadi. Bahkan saya pernah diminta mendesain ulang Kartu Pelajar SMA untuk tujuan penipuan wkwk. Di luar itu, saya biasa diminta membuat desain grafis untuk baliho/spanduk. Khususnya baliho untuk acara sekolah/kampus. Saat diminta (saat itu) tidak dibayar, murni dengan senang hati sebagai penyaluran hobi saja. Kali aja kamu mau pesan juga? (Berbayar tapi ya, wkwk. Desain Grafis bukan Desain Gratis). Berikut ini adalah sebagian besar koleksi desain yang masih saya simpan. Lumayanlah, ya, sebagai portofolio. Beberapa sudah hilang filenya.

Cerpen: Renungan di Kala Senja

Sudah 40 menit aku hanya duduk terdiam di depan teras ini. Memandang jalan, menunggu berhentinya hujan yang sedang menetes dengan derasnya. Ributnya suara air yang terjun bebas menyentuh tanah rupanya begitu kunikmati. Bagaikan melodi di kala senja. Alam memainkan orkestra dengan merdunya. Seorang ibu melintas. Ia mengenakan pakaian serba biru, kecuali baju putih. Selendang biru, rok panjang biru. Gaya fashion yang menurutku cukup aneh untuk orang di sekitar sini. Sebelah tangannya membawa payung, sementara tangan kirinya sibuk memeluk barang bawaannya seakan tidak ingin yang dibawanya itu basah. Tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah mobil melaju dengan kencangnya. Yang kulihat selanjutnya adalah seorang ibu dengan pakaian yang basah kuyup sebelah. Rupanya mobil yang lewat tadi melintasi genangan air di jalan yang membuatnya memercik kepada wanita itu. Ia berhenti sejenak, menatap tepat pada tas biru tua yang ia bawa. Sejurus kemudian ia memandang ke arahku. Sekilas menyentuh mat...

Kade’ Munuh Ular Ka’ Babah Urat, Ular Mati Akar Nana’ Putus

Setiap daerah memiliki budayanya yang khas dan unik. Dalam setiap budaya biasanya dikenal ungkapan-ungkapan dalam bahasa daerah yang berisikan kearifan lokal masyarakat. Setiap daerah tentulah memiliki kearifan lokal yang berbeda-beda. Hal ini dapat terjadi sebab latar belakang, keadaan alam, dan kehidupan sosial masyarakat berbeda-beda pula. Ungkapan-ungkapan ini khas dan unik karena merupakan refleksi masyarakat atas kehidupan nyata yang mereka alami sehari-hari. Dalam tulisan ini penulis mau mempaparkan sebuah ungkapan yang berisi kearifan lokal masyarakat dari daerah di mana penulis berasal. Ungkapan tersebut ialah sebagai berikut: “kade’ munuh ular ka’ babah urat, ular mati akar nana’ putus”. Ungkapan ini dituturkan dalam bahasa Ahe, yaitu bahasa yang dipakai sub-suku Dayak Kanayatn. Apabila diterjemahkan secara bebas ungkapan ini dapat berarti sebagai berikut: kalau membunuh ular di bawah urat kayu, biarlah ularnya mati tetapi akarnya tidak putus. Kehidupan sehari-hari ma...