Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Refleksi

Pertobatan Injili Santo Fransiskus dari Assisi

Tulisan ini adalah bahan seminar yang pernah saya bawakan sebagai tugas kuliah. Sesuai dengan judulnya, dalam tulisan ini saya mencoba menguraikan tentang Pertobatan Injili Santo Fransiskus dari Assisi. Sebagai sebuah karya tulis ilmiah, tulisan ini dibuat dengan banyak referensi dan dengan bahasa yang sungguh formal. Dalam postingan ini, saya sisipkan gambar-gambar yang merupakan slide PowerPoint yang saya pakai ketika membawakan seminar dari tulisan ini. Selamat membaca! Anggaran Dasar yang ditulis oleh St. Fransiskus dibuka dengan pernyataan bahwa hidup Ordonya ialah “menepati Injil Tuhan kita Yesus Kristus.” Hidup St. Fransiskus sendiri kerap dikaitkan dengan Injil. Santo Fransiskus dikenal baik akan besarnya keinginannya untuk dapat meniru Kristus sebagaimana dalam Injil. Keinginannya tersebut terwujud sampai-sampai ia dianugerahi luka-luka Yesus pada tubuhnya (Stigmata). Hidup pertobatan Santo Fransiskus menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kisah pertobatannya begitu dramatis dan...

Belajar dari Kegagalan Petrus dan Para Murid

Di tepi Danau Galilea, Yesus memanggil Simon untuk mengikuti-Nya. Ia akan dijadikan penjala manusia (Mrk. 1:16-20). Simon kemudian diberi nama Kefas atau Petrus yang berarti batu wadas atau batu karang (Mrk. 3:16). Nama tersebut sebagai tanda bahwa dialah ketua para rasul dan landasan Gereja yang akan didirikan oleh Kristus (Mrk. 8:29). Petrus adalah ketua sekaligus juru bicara para murid dalam peristiwa-peristiwa penting. Dia juga orang yang pertama kali menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias, yakni Kristus (Mrk. 8:29). Petrus ikut menyaksikan peristiwa transfigurasi atau pemuliaan Yesus (Mrk. 9:2-3). Namun, peristiwa penyangkalan terhadap Yesus sampai tiga kali ketika Yesus diadili merupakan pengalaman yang sangat memalukan. Pengalaman ini menumbuhkan penyesalan yang amat pahit baginya (Mrk. 14:72). Pengalaman memalukan itu diceritakan oleh Petrus kepada Markus (penginjil) bukan tanpa tujuan. Di balik penyangkalan tersebut, ada sesuatu yang ingin disampaikan Petrus kepada kita. Tidak...

Pengalamanku Tinggal di SLB-C

Untuk mengisi liburan kuliah menuju semester 5 kami para frater diutus ke berbagai tempat untuk tinggal dan mengalami secara langsung hidup bersama umat. Kegiatan ini berlangsung hampir dua pekan (tepatnya 12 hari). Sebagian besar frater ditempatkan untuk tinggal di stasi-stasi di beberapa paroki. Sesuatu yang berbeda, pada tahun ini beberapa frater yang diberikan kesempatan untuk mengalami hidup di tempat lain yaitu dalam rumah karya kategorial. Saya bersama tiga saudara yang lain kebetulan diberikan tugas untuk tinggal di sebuah SLB di dekat kota Medan. Walaupun kerap disebut di Medan, namun sebetulnya tempat ini sudah termasuk wilayah Kabupaten Deli Serdang. Tempat ini lebih sering disebut SLB-C Santa Lusia, Laut Dendang. SLB ini dikelola oleh para suster dari konggregasi KSFL. Saya pada awalnya bertanya-tanya apakah kira-kira maksud dari huruf C ini. Ternyata huruf ini menandakan jenis dari sekolah luar biasa ini. Dari informasi yang saya dapatkan, ternyata ada enam jenis sekola...