Skip to main content

Posts

Cerpen: Renungan di Kala Senja

Sudah 40 menit aku hanya duduk terdiam di depan teras ini. Memandang jalan, menunggu berhentinya hujan yang sedang menetes dengan derasnya. Ributnya suara air yang terjun bebas menyentuh tanah rupanya begitu kunikmati. Bagaikan melodi di kala senja. Alam memainkan orkestra dengan merdunya. Seorang ibu melintas. Ia mengenakan pakaian serba biru, kecuali baju putih. Selendang biru, rok panjang biru. Gaya fashion yang menurutku cukup aneh untuk orang di sekitar sini. Sebelah tangannya membawa payung, sementara tangan kirinya sibuk memeluk barang bawaannya seakan tidak ingin yang dibawanya itu basah. Tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah mobil melaju dengan kencangnya. Yang kulihat selanjutnya adalah seorang ibu dengan pakaian yang basah kuyup sebelah. Rupanya mobil yang lewat tadi melintasi genangan air di jalan yang membuatnya memercik kepada wanita itu. Ia berhenti sejenak, menatap tepat pada tas biru tua yang ia bawa. Sejurus kemudian ia memandang ke arahku. Sekilas menyentuh mat...

Kade’ Munuh Ular Ka’ Babah Urat, Ular Mati Akar Nana’ Putus

Setiap daerah memiliki budayanya yang khas dan unik. Dalam setiap budaya biasanya dikenal ungkapan-ungkapan dalam bahasa daerah yang berisikan kearifan lokal masyarakat. Setiap daerah tentulah memiliki kearifan lokal yang berbeda-beda. Hal ini dapat terjadi sebab latar belakang, keadaan alam, dan kehidupan sosial masyarakat berbeda-beda pula. Ungkapan-ungkapan ini khas dan unik karena merupakan refleksi masyarakat atas kehidupan nyata yang mereka alami sehari-hari. Dalam tulisan ini penulis mau mempaparkan sebuah ungkapan yang berisi kearifan lokal masyarakat dari daerah di mana penulis berasal. Ungkapan tersebut ialah sebagai berikut: “kade’ munuh ular ka’ babah urat, ular mati akar nana’ putus”. Ungkapan ini dituturkan dalam bahasa Ahe, yaitu bahasa yang dipakai sub-suku Dayak Kanayatn. Apabila diterjemahkan secara bebas ungkapan ini dapat berarti sebagai berikut: kalau membunuh ular di bawah urat kayu, biarlah ularnya mati tetapi akarnya tidak putus. Kehidupan sehari-hari ma...

Dosa Manusia dan Virus Komputer: Sebuah Analogi

Masa prapasakah dimulai dengan perayaan Rabu Abu. Masa prapaskah juga sering disebut masa pertobatan. Sebagai bentuk pertobatan, saya mengawali masa prapaskah ini dengan melakukan pengakuan dosa. Sejujurnya saya bukanlah umat beriman yang sering menerima sakramen pengakuan dosa. Saya biasanya mengaku dosa ketika mengawali dua peristiwa besar dalam Gereja Katolik. Pertama, Paskah, yang diawali dengan masa Prapaskah. Kedua, Natal, yang diawali dengan masa Adven. Dengan demikian, barangkali dalam setahun saya biasanya mengaku dosa hanyalah tiga kali. Selain sebelum Natal dan Paskah, saya juga melakukannya ketika retret sebelum pembaruan kaul. Dalam arti tertentu, saya melakukan pengakuan dosa ketika sedang ada “pengakuan dosa massal” saja. Tahun ini saya melewatkan pengakuan dosa yang dibuat pada masa Adven. Latar belakangnya, saat itu retret masa Adven kami dilakukan secara mendadak, dan ketika waktunya pengakuan dosa ada ramai sekali saudara. Saya lebih memilih mengalah dan a...

Lagu: Jubata

Lagu ini bukanlah ciptaan saya. Saya hanya berusaha mengetiknya sehingga menjadi partitur. Lagu ini pernah kami bawakan ketika di Seminari Nyarumkop. Sayangnya partiturnya sudah hilang dan sulit didapat. Demikianlah, teks lagu yang ini adalah 'transkripsi' dari lagu berikut ...   Teks ini bisa diunduh dengan klik di sini.

Lagu: Pujian Persembahan

Lagu ini sebetulnya saya buat ketika di Novisiat di Lembah Gunung Poteng. Waktu itu ada dosen kami yang mengajar secara khusus tentang musik liturgi. Lagu ini adalah salah satu tugas dalam mata kuliah itu. Ketika saya tingkat satu di Biara Alverna, ada lomba cipta lagu dalam rangka peringatan Pesta Santo Fransiskus. Kebetulan lagu ini dapat posisi ketiga. Lagu ini sederhana saja. Saya buat dengan melodi gaya khas suku Dayak di Kalimantan. Liriknya, khususnya bait pertama diambil dari salah satu doa karya Santo Fransiskus, dengan perubahan di sana-sini demi kepentingan "enak didengar". Untuk mengunduh silahkan klik di sini.

Pilihan Dasar Hidup Manusia

Hidup adalah pilihan. Setiap saat manusia dihadapkan pada pilihan, bahkan tidak memilih juga merupakan suatu pilihan. Pilihan-pilihan itu dapat berupa soal remeh dan sederhana, tetapi juga dapat berupa pilihan yang rumit dan paling menentukan. Manusia dalam dirinya mempunyai kebebasan untuk membuat keputusan atas pilihan-pilihan tersebut. Seringkali tidak manusia sadari, pilihan-pilihan yang telah dibuatnya ternyata memberikan pengaruh yang signifikan bagi hidup. Pilihan-pilihan yang seseorang buat setiap harinya mencerminkan pilihan dasarnya, pilihan dirinya hendak menjadi manusia yang bagaimana. Lewat pilihan-pilihan itu, manusia dapat memberikan arah dan tujuan bagi hidupnya. This is not the game world, there is no logout button. Untuk menentukan arah hidup itu, sangatlah penting peran suatu pilihan yang disebut opsi fundamental. Istilah opsi fundamental digunakan untuk menunjuk pada pilihan dasar atau sikap dasar manusia. Opsi fundamental ini dimaksudkan sebagai arah kehidupan...

Lagu: Bayi Pendamai

Akhir-akhir ini saya lagi rajin untuk mengetik partitur lagu. Sebenarnya sejak SMA saya dan teman-teman sering membuat berbagai lagu. Beberapa sudah ditulis, tapi kebanyakan hanya dinyanyikan saja. Dari yang sudah ditulis dan sudah berbentuk partitur itu pun sebetulnya masih banyak error yang membuatnya membingungkan. Maklumlah, saat itu masih belum tahu cara menulis lagu. Setelah sekian tahun, saya sedikit banyak belajar tentang penulisan partitur musik. Kini timbul niatku untuk menulis ulang lagu-lagu lama yang pernah kami buat dulu. Well, lagu ini adalah salah satunya. Lagu yang berjudul Bayi Pendamai ini sejatinya dibuat untuk lomba lagu dan band pada pesta Natal ketika saya masih di seminari pada tahun 2014. Sayangnya karena kekurangan pemain drum kami tidak jadi membawakannya untuk lomba tersebut. Hanya kami tampilkan sebagai hiburan. Lagu ini liriknya dibuat oleh Mico "Bang Dek", yang sebenarnya diambil dari lirik buatan kakak laki-lakinya. Untuk lagunya saya bua...